Mudika, Haram bicara tentang Iman?

Kirim Ke Printer E-mail Artikel ini ke Teman


Dengan maraknya isu2 keagamaan yang timbul di negara tercinta kita ini dan gebrakan-gebrakan dari Bapa Suci Paus berkenaan dengan liturgi, iseng-iseng saya bertanya pada teman-teman mudika yang kebetulan sedang kumpul untuk berlatih paduan suara.

“Eh, baru-baru ini ada artikel baru dari Vatikan yang menerangkan tentang ajaran Konsili Vatikan 2, uda baca belum?

Jawaban yang saya dapatkan kurang lebih adalah:

“ha? Apa itu? Ga ngerti ahh”

“Walah, jangan terlalu holy begitu, ntar kamu jadi fanatik”

“Itu kan bukan urusan kita, kalaupun itu penting palingan juga ntar2 romo kasih tau kita”

“Gua gak ngerti yang berat-berat gitu, mending bahas albumnya Kerispatih aja”

Dan ternyata, jawaban-jawaban seperti ini tidak jarang saya temukan, tidak hanya di lingkungan paduan suara saya saja, tapi juga semua mudika, dari yang tidak aktif sampai ke yang sangat aktif sekalipun..kesimpulannya..terjadi keengganan untuk membicarakan tentang iman.

Apa yang terjadi?

Maraknya berita dan penayangan di berbagai media massa tentang gerakan kaum religius yang bertindak ekstrim dengan melakukan kekerasan dan teror atas nama agama, memang menimbulkan sikap skeptis dari kaum beriman, seakan-akan, makin beriman seseorang akan semakin tidak baik, seakan-akan, iman adalah sesuatu yang tidak boleh menyentuh sampai ke hati yang terdalam dari hati manusia, melainkan hanya sebuah label identitas bahwa seseorang ini percaya akan eksistensi Tuhan.

Pada kenyataannya, semakin seseorang beriman dan mengerti imannya, semestinya ia akan menjadi lebih baik relasinya dengan sesama dan tentu saja dengan Tuhan; tidak bisa kita memperkuat relasi dengan Tuhan namun tidak mempedulikan relasi dengan sesama, begitu juga sebaliknya. Jika seseorang mencintai Tuhan-nya, maka seharusnya juga seseorang ini mencintai sesamanya.

Bicara Iman = HARAM?

Paham bahwa semakin memperdalam tentang iman, maka akan semakin berbahaya pula orang tersebut terhadap orang lain, tak dapat dipungkiri juga menjangkiti mudika kita. berapa banyak mudika yang mengerti apa arti MISA?, berapa mudika yang mengerti/memahami bahwa misa adalah Pesta Tuhan yang sakral?, berapa banyak mudika yang paham betul bahwa Gereja adalah otoritas kita (umat katolik) dalam menafsirkan Kitab Suci dan mengajar tentang iman?...1:10, 1:100, atau 1:1000? Yang jelas tidak banyak, dan mudika yang paham tentang iman katolik tersebut tak jarang dijauhi, dipermalukan, dan tidak diperbolehkan oleh mudika2 lainnya untuk ikut bergabung bersama dalam kegiatan2 Gereja karena dianggap terlalu “suci” dan akan mengganggu/merusak acara-acara mudika yang biasanya bersifat fun.

Setiap kali ada topik tentang iman, hampir semua mudika menghindari itu dengan berbagai alasan, seakan-akan semakin tidak tau semakin baik, semakin tidak peduli semakin aman, sehingga ketika ada berita, orang, produksi buku, film dan lain-lain yang mendiskreditkan iman katolik, tak jarang para mudika kebingungan, atau bahkan langsung terpengaruh menjadi lemah iman atau seketika meninggalkan iman karena merasa telah dibohongi oleh Gereja.

Keadaan ini menimbulkan pertanyaan-pertanyaan yang kelihatan sepele namun sulit untuk dikesampingkan.

Apakah tidak mau tau/mengerti iman adalah sesuatu yang menguntungkan bagi kita, para mudika?terutama, apakah dengan ketidakmengertian akan ajaran iman kita sendiri, membawa kebaikan bagi perkembangan iman kita sendiri atau pun orang lain?

Jika kita yang sekarang masih mudika saja tidak mau mengerti iman kita, bagaimana nantinya ketika kita menjadi orang tua? Bagaimana kita bisa mewariskan iman dan mengajarkan tentang iman kita kepada anak-anak kita nanti?

Apakah, kata-kata “Pergilah, kamu diutus?” yang kita amini hanya sekedar lip service?

Bagaimanakah ajaran Gereja  tentang pengetahuan pengertian terhadap  iman?

Berdasarkan Katekismus Gereja Katolik (CCC 158)

Iman berusaha untuk mengerti (Anselmus prod. prooem). Orang yang benar-benar percaya, berusaha untuk mengenal lebih baik Dia, kepada siapa ia telah memberikan kepercayaannya, dan untuk mengerti lebih baik apa yang telah dinyatakannya. Pengertian yang lebih dalam pada gilirannya akan membangkitkan iman yang lebih kuat, iman yang semakin dijiwai oleh cinta. Rahmat iman membuka "mata hati" (Ef 1:18) menuju suatu pengertian yang hidup mengenai isi wahyu, artinya, mengenai keseluruhan rencana Allah dan misteri iman, demikian juga hubungannya antara yang satu dengan yang lain dan dengan Kristus, pusat misteri yang diwahyukan. "Supaya semakin mendalamlah pengertian akan wahyu, Roh Kudus itu juga senantiasa menyempurnakan iman melalui karunia-karunia-Nya" (DV 5). Maka, benar apa yang dikatakan santo Agustinus: "Aku percaya supaya mengerti, dan aku mengerti supaya percaya lebih baik" (serm. 43,7,9).

Santo Petrus sendiri berkata (1 Pet 3:15-16)

Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat, dan dengan hati nurani yang murni, supaya mereka, yang memfitnah kamu karena hidupmu yang saleh dalam Kristus, menjadi malu karena fitnahan mereka itu.

Bagaimana mungkin kita bisa mempertanggungjawabkan iman kita jika kita tidak mengerti akan iman kita sendiri?

Maka teman-teman mudika, bangkitlah dan mari tumbuhkan semangat untuk lebih mengenal dan mengerti iman kita, iman katolik yang diwariskan dari Yesus Kristus kepada Gereja Katolik yang Satu, Kudus, Katolik, Apostolik!!!


Edisi 06Sep2007 oleh Florentina L.

  Register agar anda dapat ikut mengirimkan komentar anda


Iklan Oleh SM

Halaman baca dan downloan buk elektronik Katolik

Halaman E-Books SM



Ekaristi Dot Org Forum Katolik Terpopuler

Ekaristi

Renungan Harian, Homili, Les Alkitab Alkitab Online, Dok Vat II, Forum Diskusi dengan Moderator dan Belajar Bersama Apologis



Media Katolik

Media Katolik Indonesia

 Search Engine Katolik Indonesia bantulah keluarga anda untuk menemukan milis-milis yang sehat dan baik untuk dilihat agar tidak sembarang menemukan milis porno dan yg merusak moral.

Iklan Oleh SM


 

© copyrights 2005 Santo Mikael | Login