Berapa di antara kita yang menginginkan untuk menjadi orang
benar di hadapan Tuhan?Banyak.
Lalu berapa di antara kita yang mengusahakan agar keinginan
itu tercapai?Cukup banyak.
Berapa di antara kita yang tetap teguh berusaha menjadi
orang benar dalam begitu banyak godaan duniawi yang menimpa?Tidak banyak.
Ini adalah kenyataan yang terjadi dewasa ini..begitu banyak
yang mengidam-idamkan untuk menjadi orang ‘benar’ di hadapan Tuhan namun pada
saat tawaran2 duniawi dihadirkan, kita cenderung kembali untuk menjadi orang
‘benar’ dihadapan ego kita.
Menjadi orang ‘benar’ di hadapan Tuhan memang sangat tidak
mudah..bahkan sulit sekali..karena kita dihadapkan pada godaan-godaan yang tak
habis-habisnya.
Harta atau Tuhan
Kekuasaan atau Tuhan
Nafsu atau Tuhan
Jabatan atau Tuhan
Ego pribadi atau Tuhan
dll.
Semua ini diberikan di depan mata kita dan dibuat
seakan-akan kita tidak punya pilihan lain, selain menggadaikan iman kita.
Kadang2 kita membuat keputusan dengan justifikasi bahwa meskipun kita memilih
jalan yang salah Tuhan akan tetap mengampuni kita karena toh Tuhan adalah maha
pengampun dan bukan penghukum, namun tidakkah kita sadari bahwa dengan pikiran
akan pembenaran perbuatan kita, kita telah mencobai Dia yang selalu setia
kepada kita sejak awal mula kehidupan kita?
Kadangkala ketakutan kita akan penganiayaan, penghinaan dan
penghukuman yang terjadi kepada kita karena iman kita, membuat kita ragu untuk
teguh..tapi bukankah Dia yang telah memberikan diri-Nya untuk kita telah
dianiaya sedemikian rupa supaya kita bisa bersatu dengan Bapa?bukankah dengan
demikian, kita telah menjadi manusia yang tidak pernah bersyukur dan malah
berbalik menohok Dia yang telah menderita untuk kita…
Jika memang kita ingin menjadi orang yang ‘benar’ di
hadapan-Nya maka kita harus mau mengakui kelemahan hati dan meminta rahmat-Nya
untuk selalu beserta kita, supaya kita tetap teguh dalam percobaan, karena kita
tau percobaan yang datang kepada kita tidak pernah melebihi kemampuan kita dan
Bapa kita yang setia akan selalu memberikan jalan keluar sehingga kita dapat
menanggungnya. (1Kor10:13)
Semoga kita selalu diteguhkan dan mampu menjadi orang yang
‘benar’ di hadapan Allah Tuhan kita.