Kutemukan Tuhan dalam diri mereka

Kirim Ke Printer E-mail Artikel ini ke Teman


Siang hari udara terasa amat panas, aku dan tiga orang teman berjalan di suatu daerah pemukiman yang cukup mewah di pinggiran Bandung. Kami memasuki bagian belakang pemukiman, dimana terdapat suasanan pemukiman yang amat kontras, kumuh dan jorok.

Diantara pemukiman kumuh itu ada satu rumah yang tampak cukup bagus, bersih dan apik. Di depannya tertulis nama dari pemilik rumah, "Susteran SSCC". Kami masuk dan berjumpa dengan seorang suster asal Ekuador yang menerima kami dengan ramah. Bersama kami juga ada sekitar 20 an anak kecil dari pemukiman sekitar yang ingin mengikuti bimbingan belajar gratis di tempat itu. Anak-anak ini kebanyakan dari latar belakang keluarga tidak mampu, kami menerima mereka dengan persaudaraan sebagai manusia, tanpa perlu memandang agama mereka.

Para Suster SSCC sendiri tampak cukup nyentrik, mereka tidak mengenakan jubah, skapulir, ataupun klausura seperti lazimnya religius wanita dari tarekat lain. Mereka tampak seperti perempuan biasa yang tidak berkaul.

Anak-anak itu amat tampak sangat antusias untuk belajar, aku tidak bisa tidak melihat dengan jelas Yesus yang butuh dilayani. Karena keterbatasan ekonomi mereka membutuhkan bantuan dan bimbingan, khususnya dalam hal pelajaran sekolah. Semuanya adalah karena kami merasa mereka adalah manusia yang diciptakan Allah dan butuh bantuan untuk mengembangkan diri demi masa depan. Kami pun merasa gembira bisa dipakai menjadi alat-Nya untuk membantu anak-anak ini dalam mengembangkan kemampuan intelektualnya.

Setelah pelajaran selesai dan anak-anak itu pulang kami dijamu oleh para suster, minum kopi susu dan melihat-lihat perpustakaan yang ada di rumah mereka. Pepatah kuno mengatakan kalau benteng militer punya gudang senjata maka gudang senjata dari biara adalah perpustakaannya. Dan memang perpustakaan itu dipenuhi oleh ratusan buku yang bagus dan bermutu.

Selain itu sebuah kapel kecil dengan dihiasi Salib San Damiano juga mengingatkan kita kepada St. Fransiskus, sang peneladan Kristus yang ulung dalm mencintai saudara-saudari yang miskin. 

AKu merasa hari itu aku telah menemukan suatu yang berharga, pengalaman berjumpa dengan Yesus-yesus kecil yang seringkali terpinggirkan dan dilupakan orang. Aku juga bertemu dengan salah satu serikat-Nya yang mengamalkan cintakasih Illahi dengan cara yang sederhana. hari minggu yang melelahkan namun aku mengalami kegembiraan yang mendalam, suatu pengalaman yang berkesan dan membekas dalam diriku.

Edisi 07Feb2006 oleh Daniel P

  Register agar anda dapat ikut mengirimkan komentar anda


Iklan Oleh SM

Halaman baca dan downloan buk elektronik Katolik

Halaman E-Books SM



Ekaristi Dot Org Forum Katolik Terpopuler

Ekaristi

Renungan Harian, Homili, Les Alkitab Alkitab Online, Dok Vat II, Forum Diskusi dengan Moderator dan Belajar Bersama Apologis



Media Katolik

Media Katolik Indonesia

 Search Engine Katolik Indonesia bantulah keluarga anda untuk menemukan milis-milis yang sehat dan baik untuk dilihat agar tidak sembarang menemukan milis porno dan yg merusak moral.

Iklan Oleh SM


 

© copyrights 2005 Santo Mikael | Login