Kisah Pertobatan Pater Wiley
Dituturkan kepada Sr. Emmanuel:
Pada Januari 1974 saya meninggalkan Allah, Gereja dan Imamat. Keputusan untuk meninggalkan semuanya yang dulu saya hargai tidak datang tiba-tiba. Pemikiran itu telah berlangsung beberapa tahun sebelumnya dan saya bersumpah tidak akan pernah kembali ke Gereja atau Imamat. Tujuh belas tahun setelah saya meninggalkan Imamat adalah saat yang sulit dan penuh pencobaan. Tetapi saya telah memutuskan saya tidak akan kembali lagi. Seorang teman Imam saya pernah menanyakan kepada saya, apakah saya pernah berpikir untuk kembali lagi. Sambil menghargai kepeduliannya terhadap saya, tapi saya mengatakan bahwa hal itu tidak mungkin karena saya tidak percaya lagi. Apakah Allah itu ada? Apakah Allah itu suatu pribadi? Saya tidak yakin lagi. Secara spiritual saya betul-betul sedang dicobai dan kehilangan iman saya.
Pada bulan Agustus 1988, saya sedang melihat program “Pittsburgh Hari ini”. Acara siang itu disediakan untuk menceritakan kejadian-kejadian aneh di sebuah desa di Yugoslavia (sekarang Kroasia) yang disebut Medjugorje. Karena sebab yang saya sendiri tidak yakin, saya merekam acara itu untuk dilihat kembali malam harinya. Pada malam itu saya melihat rekaman itu, tidak hanya satu atau dua kali tapi tiga kali! Saya merasa belum cukup. Saya ingin mengetahui lebih banyak lagi. Saya menulis pada stasiun televisi dan minta lebih banyak lagi informasi.
Secara perlahan tapi mantap, kehidupan saya mulai berubah. Sampai titik ini, paham ketuhanan yang saya akui hampir semuanya bertentangan dengan ajaran Gereja. Pada satu titik saya menyangkal seluruh Sistem Sakramental, terutama ajaran Gereja mengenai Sakramen Ekaristi. Apa yang terjadi kemudian adalah sulit untuk diterangkan karena semuanya terjadi begitu saja. Saya tiba-tiba sadar bahwa saya kembali percaya. Tidak ada lagi keragu-raguan, tidak ada lagi pertanyaan-pertanyaan. Saya percaya! Terima kasih Allah, saya percaya kembali.
Selama 18 tahun saya tidak pernah menerima Sakramen Tobat dan kini saya merasa perlu menemui seorang Imam untuk menerima Sakramen Tobat. Saya menemui seorang Imam Fransiskan dari Gereja Our Lady of the Point di Pittsburgh. Ketika saya keluar dari Gereja, untuk pertama kali dalam bertahun-tahun, spiritual saya bersih.
Pemikiran untuk kembali menjadi Imam yang aktif belum masuk dalam pikiran saya. Saya merasa bahagia dan puas dengan iman yang baru saya temukan kembali, apa lagi yang saya minta? Dan kemudian pemikiran itu terjadi. Pada tanggal 24 September 1988, hari Pesta Bunda kita dari Ransom. Saya bangun kira-kira pukul 05.30 pagi. Hal pertama yang terlintas dalam pikiran saya adalah saya seharusnya kembali kepada Imamat saya! Kira-kira setahun kemudian saya menerima panggilan dari Uskup. Dia mempunyai berita gembira. Roma telah bermurah hati pada saya dan Imamat saya diaktifkan kembali!
Pada bulan Juni 1993, saya berziarah ke Medjugorje untuk bersyukur kepada Allah dan Bunda kita untuk segala berkat dan kemurahan yang saya terima. Puncak dari ziarah itu adalah pendakian ke Gunung Cross, dimana saya berlutut untuk mengucapkan terima kasih. Merayakan Misa bersama-sama setiap hari di Gereja St. Yakobus adalah suatu pengalaman berharga bagi saya. Alangkah bahagianya sehingga air mata kegembiraan pun bercucucran!