|
Hal pertama yang perlu kita ketahui adalah sikap patuh Maria yang menerima kabar gembira malaikat. Pernahkah kita berpikir perasaan Maria saat itu? Dia belum bersuami namun tiba – tiba datang malaikat yang mengatakan dia akan mengandung seorang anak? Tidakkah dia khawatir bahwa dia nantinya akan dirajam oleh orang – orang Yahudi karena dianggap berzinah? Maria merasa sangat terkejut mendengar hal itu, namun apa yang terjadi? Dia malah menerima salam itu dan memberikan jawaban yang sangat indah dan patut diteladani. Ia berkata: "Aku ini hamba Tuhan, jadilah padaku menurut perkataanmu itu". Dalam kalimat yang singkat itu tersirat gambaran yang sangat jelas mengenai Maria, hal yang pertama adalah bahwa Maria tidak merasa tinggi hati karena dia terpilih untuk mengandung Sang Mesias, malahan justru dia sadar bahwa semua makhluk yang ada adalah hamba Tuhan dan dalam perkataan itu terkandung makna yang sangat jelas bahwa Maria telah menyerahkan seluruh hidupnya ke dalam tangan Tuhan. Ia memasrahkan semua hidupnya kedalam tangan Tuhan.
Sadarkah kita, bahwa terkadang di dalam doa kita, kita berjanji kepada Tuhan. Seperti dalam doa tobat, kita berjanji bahwa kita tidak akan berbuat dosa lagi. Namun apa yang terjadi? Seringkali kita malah mengingkari janji kita sendiri. Hanya kata – kata saja yang terucap tanpa disertai dengan perbuatan. Namun tidak demikian dengan Maria. Maria menyadari bahwa Tuhan menghendaki semua orang untuk tidak berbuat dosa. Maria benar – benar menjalankannya dalam setiap detik kehidupannya.
Maria juga benar – benar menerima Yesus dalam setiap jengkal kehidupannya, Maria setia kepada Kristus, tidak seperti kita yang seringkali menyedihkan Yesus dengan berbuat dosa.
Maria dengan sangat setia, mendampingi Yesus, tidak hanya pada saat Yesus terkenal tetapi pada saat Yesus dihina dan diolok – olok dia pun tetap setia. Maria setia dari Yesus dilahirkan hingga wafat di kayu Salib.
Siapakah yang menandingi kesetian Maria kepada Kristus? Ingatkah pada peristiwa Pernikahan di Kana, Maria selalu yakin dan percaya bahwa Yesus akan selalu membantu. Padahal saat itu Yesus tidak mengatakan bahwa Ia akan membantu keluarga yang kehabisan anggur itu. Pernahkah kita bersikap seperti Maria pada saat doa kita tidak terkabul? Masih yakin dan percayakah kita kepada Yesus disaat permohonan kita tidak terkabul? Refleksikanlah hal ini dalam hati…
Hal yang tak kalah pentingnya juga adalah sesaat sebelum wafatnya, Yesus sendiri menyerahkan Maria kepada kita, supaya Maria yang adalah bundaNya menjadi bunda bagi kita pula.
Hal – hal inilah merupakan beberapa alasan mengapa Maria sangat spesial dalam hati umat Katolik.
Semoga kita semua dapat lebih mengenal Yesus melalui perantaraan bundaNya.
"Ya bunda, doakanlah kami anakmu, supaya kami sanggup menerima Yesus di dalam setiap jengkal hidup kami. Dan supaya kamipun dapat seperti bunda, sanggup memasrahkan seluruh hidup kami ke dalam Tangan Tuhan serta selalu bersyukur kepadaNya dalam segala hal."
Amin |