Inilah Ibumu...

Kirim Ke Printer E-mail Artikel ini ke Teman


“…Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: "Ibu, inilah, anakmu!". Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Inilah ibumu!" Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya...”(Yoh 19:26-27)

 

Sebagaimana, para murid Yesus menerima Bunda Maria dalam rumahnya, seperti itu jugalah kita orang katolik menerima Maria dalam kehidupan kita. Meskipun kutipan ayat dari Injil Yohanes tersebut sudah begitu gamblang-nya namun tetap saja terdapat keberatan-keberatan yang dilontarkan oleh pihak non-katolik yang menyudutkan iman kita melalui Bunda Maria. Apakah kita meninggikan Maria sehingga beliau menjadi saingan Yesus seperti yang dituduhkan pihak non-katolik tersebut?

 

Pertama-tama, mari kita baca sekali lagi kutipan ayat dari Injil Yohanes tadi, yang disampaikan Yesus kepada murid-murid-Nya sungguh sangat jelas...”Inilah Ibu-Mu”..berarti Dia mau kita menganggap Maria adalah seperti Ibu kita sendiri. Dan terutama karena dia adalah Ibunda dari Yesus yang adalah Tuhan kita, tentu saja kita harus menghormati dia lebih dari orang kudus lain-nya.

 

Sebutan “Bunda Allah”

 

Banyak sekali keberatan yang dilontarkan oleh golongan Kristen non-katolik terhadap sebutan “Bunda Allah”, seakan-akan Allah memiliki Ibu dan itu berarti penghujatan terhadap Allah sendiri karena Allah diciptakan dari seorang Ibu???

 

Jika kita memandang pernyataan keberatan tersebut benar, apakah itu berarti Maria hanya melahirkan Yesus yang adalah manusia saja tanpa kodrat ke-Ilahian-Nya? Lalu sejak kapankah Yesus menerima kodrat ke-Ilahian-Nya?..dan hal ini akan membawa ke pertanyaan-pertanyaan lainnya dan akhirnya kita harus menerima bahwa Yesus = Manusia yang pada suatu saat tertentu baru menerima kodrat ke-Ilahian...cara pandang seperti ini adalah salah dan dikutuk keras oleh Gereja dalam sejarah (terhadap uskup Arius yang mengajarkan Yesus = manusia) pada konsili Nicea. Lalu apakah Yesus dan Allah adalah dua pribadi yang berbeda dan Maria hanyalah Ibu dari Yesus saja (yang manusia)?..tentu tidak, Yesus adalah 100% manusia dan juga 100% adalah Allah, dan sejak di kandung dari Maria pun Ia adalah 100% manusia dan juga 100% Allah, oleh sebab itu, panggilan “Bunda Allah” yang dikenakan kepada Maria adalah tetap benar dan sah-sah saja karena Yesus tidak pernah berpisah dari kodrat Ilahi-Nya. Ajaran yang menyatakan Yesus dan Tuhan adalah dua hal yang berbeda dan Maria hanyalah Ibunda Yesus yang manusia saja ini dibawa oleh pengikut Nestorian dan dikutuk sesat oleh Gereja pada konsili Efesus thn 431, dan ajaran ini sejak saat itu tidak pernah muncul sampai setelah masa Reformasi Gereja oleh Martin Luther.

 

Lalu apakah berarti Allah orang Kristen (katolik) diperanakkan? Tidak, Allah ada sebelum semuanya ada dan Dia-lah pencipta segala sesuatu, dengan menyebut Maria sebagai “Bunda Allah” berarti pada saat yang bersamaan kita mengakui iman akan Yesus adalah 100% manusia dan 100% Allah dan ketidakterpisahan kodrat manusia dan Illahi Yesus Kristus bahkan sebelum Ia dilahirkan oleh Maria.

 

Bunda Allah – Bunda Gereja – Bunda Kita

 

Dengan ketaatan Maria dan tanggapan iman-nya secara total terhadap karya keselamatan Tuhan melalui Yesus Kristus, maka Ia menjadi contoh teladan iman Gereja. Melalui tanggapan iman Maria juga, Yesus Kristus hadir di dunia dan memberikan kita semua kehidupan baru melalui keselamatan dari-Nya, maka Maria juga merupakan ibu rohaniah kita. Jika dalam penderitaan Yesus yang se-demikian beratnya Ia masih berpesan “Inilah Ibu-Mu” kepada murid-muridnya, berarti pesan itu bukan pesan yang bisa di-sepelekan, basa-basi atau omong kosong belaka maka sudah sepantasnya, dan selayaknya kita sebagai anggota baru, yang berkat karya penebusan Yesus Kristus berada dalam persatuan dengan keluarga Allah, menerima dan menghormati ibu-Nya sebagai Ibu kita sendiri...Bagaimana mungkin kita mengatakan bahwa kita menerima Yesus tapi menolak ibu-Nya?

 

Semoga kita semua semakin meresapi, menghormati, meneladani Bunda Maria dan peranan-nya dalam karya keselamatan Kristus Tuhan kita sehingga kita dapat bersama-sama dengannya berseru:

 

"Jiwaku memuliakan Tuhan,dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku,

sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus.”(Luk 1:47-49)

Edisi 01Sep2008 oleh Florentina L.

  Register agar anda dapat ikut mengirimkan komentar anda


Iklan Oleh SM

Halaman baca dan downloan buk elektronik Katolik

Halaman E-Books SM



Ekaristi Dot Org Forum Katolik Terpopuler

Ekaristi

Renungan Harian, Homili, Les Alkitab Alkitab Online, Dok Vat II, Forum Diskusi dengan Moderator dan Belajar Bersama Apologis



Media Katolik

Media Katolik Indonesia

 Search Engine Katolik Indonesia bantulah keluarga anda untuk menemukan milis-milis yang sehat dan baik untuk dilihat agar tidak sembarang menemukan milis porno dan yg merusak moral.

Iklan Oleh SM


 

© copyrights 2005 Santo Mikael | Login